KEPATIHAN YOGYAKARTA (08/02/2012) pemda-diy.go.id –Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengemukakan, program Multi Media Training Center (MMTC) Yogyakarta sangat prospek untuk dikembangkan ke depan, dengan harapan tidak hanya mencetak sumber daya manusia saja namun juga memperhatikan kegiatan sosial kemasyarakatan.
MMTC lanjutnya, bisa meningkatkan kerjasama dengan berbagai pihak guna meningkatkan programnya, misalnya membuat film dokumenter yang isinya mengenai tradisi-tradisi masyarakat. “Ini akan sangat bermanfaat di masa mendatang, karena anak cucu kita dengan melihat film dokumenter tersebut sudah bisa memahami apa yang pernah dilakukan oleh nenek moyangnya,” kata Sultan saat menerima pimpinan MMTC yang baru Drs. Ade Erlangga Masdiana, MSi dan jajaran, di Gedhong Wilis Kepatihan Yogyakarta, Rabu (08/02).
Saat ini Sultan mencontohkan, semua mainan sudah serba modern, berbeda dengan zaman dulu anak-anak bermain pasti berkelompok. Hal ini sudah mendidik anak untuk bersosialisasi, namun anak zaman sekarang sudah main game sendiri dan tidak perlu teman, bahkan orang tuapun merasa nyaman jika anaknya main di rumah.
“Nah melalui film dokumenter itu tujuannya hanya ingin anak-anak itu nantinya tidak melupakan akan adanya tradisi masyarakat kita,” ungkap Sultan seraya berharap ke depan MMTC bisa menjadi pusat study maupun penelitian tentang tradisi-tradisi masyarakat seluruh Indonesia, karena MMTC memiliki dukumen mengenai tradisi-tradisi masyarakat Indonesia.
“MMTC juga memiliki alat yang lengkap untuk pembuatan film dokumenter, jadi tidak akan kesulitan jika akan membuatnya,” katanya.
Selain membuat film dokumenter harap Sultan, MMTC juga bisa mengembangkan film animasi kerjasama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) maupun instansi terkait, sebab melalui film animasi ini diharapkan bisa membentuk karakter anak. Ia juga berharap film-film hasil karya masyarakat lokal bisa tayang di televisi yang saat ini sudah sangat banyak.
“TV swasta yang bermunculan jangan hanya sinetron-sinetron yang isinya tangisan saja, tetapi film tradisi-tradisi masyarakat dari seluruh Indonesia juga perlu ditayangkan,” tandas Sultan.
Sementara Ade Erlangga mengemukakan, dirinya menghadap Sultan dalam rangka memperkenalkan diri dan mohon do’a restu sehubungan akan menjalankan tugas baru sebagai pimpinan di MMTC, sekaligus melaporkan bantuan mobil operasional dari JICA Jepang. “Kami juga mohon saran-saran dari Bapak Gubernur mengenai pengembangan MMTC ke depan,” ujarnya.
Bantuan mobil operasional dari JICA yang sudah dilengkapi peralatan canggih dan modern dengan system digital ini ungkap Ade, bisa dimanfaatkan untuk produksi film. Untuk itu ke depan MMTC akan menerima mahasiswa lebih banyak.
“Untuk menerima mahasiswa dalam jumlah banyak kami saat ini masih ada kendala ruangan. Sehingga secara bertahap MMTC akan membangun gedung baru untuk perkuliahan. Kami mohon dukungan Bapak Gubernur,” kata Ade. (skm/rsd)
 
Sumber: Pemda DIY